√ Pengertian Vendor | Fungsi, Jenis, dan Cara Mendapatkannya

  • admin
  • Sep 15, 2021

Pengertian Vendor – Mungkin di antara kalian pernah mendengar salah satu istilah dalam dunia bisnis ini, namun belum begitu paham apa itu makna dari satu istilah tersebut. Tenang saja di artikel kali ini akan membahas dari kata vendor itu sendiri.

Intinya kata vendor ini bisa diartikan sebagai pemasok dalam sebuah rantai “Supply Chain Management”. Yang mana di dalamnya terdapat sebuah proses pengadaan barang, dan juga terdapat jaringan yang menghubungkan berbagai organisasi yang saling berhubungan, serta memiliki tujuan yang sama, yakni mengadakan pengadaan barang atau distribusi secara efektif dan efisien sehingga timbul nilai tambah bagi produk itu sendiri.

Baca Juga: Jenis Jenis Majas: Pengertian, Macam, serta Contohnya
Baca Juga: Jenis-Jenis Awan: Penjelasan dan Gambar (Berdasarkan Ketinggian)

Lantas apa sih arti dari sebuah kata vendor? Untuk lebih mendalam lagi, yuk simak ulasan di bawah ini.

Pengertian Vendor

Dari segi arti harfiahnya, vendor memiliki arti penjual atau pemasok. Namun, vendor juga memiliki arti yang lebih spesifik yaitu pihak ketiga dalam supply chain. Sedangkan dalam istilah dunia industri memiliki arti sebagai pelaku usaha yang menghubungkan produk dari produsen untuk bisa di dapat oleh tangan costumer.

Barang yang disediakan dari vendor sendiri biasanya dicari untuk dibutuhkan oleh perusahaan lain dalam melengkapi proses produksi. Kalian juga perlu tahu, bahwa vendor sendiri bukan hanya menyediakan bahan baku saja, melainkan juga sering menyuplai barang-barang setengah jadi.

Terkadang juga, vendor dapat menyediakan jasa pelayanan yang bisa kalian pesan sesuai dengan kebutuhan kalian. Umumnya, kebanyakan orang sering menggunakan istilah vendor menjadi supplier ataupun distributor.

Adapun untuk pemasok material merupakan pelaku bisnis yang menjalankan kontrak kerja dengan kontraktor atau subkontraktor, dengan begitu mereka dapat memenuhi kebutuhan proyek material-material bangunan seperti kayu, beton, peralatan mekanikal, elektrikal, dan lain sebagainya.

Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa vendor/pemasok memiliki arti sebagai badan usaha penyedia bahan produksi atau material yang berfungsi untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan user/pengguna.

Fungsi Vendor

Nah, untuk fungsi dari vendor itu sendiri merupakan sebagai pihak yang memastikan barang maupun jasa yang dibutuhkan perusahaan lain dapat terpenuhi dengan baik.

Sehingga untuk mampu dalam mencukupi bahan baku dalam proses produksi, maka suatu perusahaan membutuhkan vendor untuk membantunya. Bisa dikatakan keberadaan vendor sangat penting dalam mencapai kelancaran operasional sebuah bisnis.

Jadi apabila terdapat permasalahan pada suatu vendor akan memberikan dampak baik langsung maupun tidak langsung terhadap perusahaan rekannya. Sebab itulah kalian harus pandai dalam memilih vendor yang tepat agar proses terpenuhinya produksi bahan baku yang dibutuhkan dapat terjamin.

Jenis-Jenis Vendor

Untuk jenis-jenis dari vendor terbagi menjadi dua, yakni berupa pemasok barang atau jasa. Nah, untuk dapat mengetahuinya kalian bisa menyimak ulasan berikut ini.

Vendor Material Fabrikasi/Vendor Penyedia jasa

Secara bahasa jenis vendor ini memiliki arti sebagai pemasok barang yang mana material pesanan harus diproses terlebih dahulu di tempat pemasok sesuai permintaan proyek. Sebagai contoh:

  • Jasa Ekspedisi
  • Jasa pasang kusen
  • Jasa pasang rangka atap baja
  • Dan lain sebagainya

Vendor Material Non-Fabrikasi/Vendor Penyedia barang

Sedangkan untuk jenis vendor ini memiliki arti sebagai pemasok bahan atau material bangunan tanpa perlu diproses terlebih dahulu di tempat pemasok. Misal:

  • Bahan kain
  • Bahan bibit tumbuhan atau hewan
  • Bahan makanan
  • Dan lain sebagainya

Pemilihan Vendor

Dalam memilih pemasok atau vendor yang tepat merupakan hal yang penting bagi pelaku bisnis. Seorang pelaku bisnis harus dapat memutuskan berapa jumlah vendor yang dibutuhkan untuk melaksanakan dan memenuhi kebutuhan bisnisnya. Lalu, ia juga harus bisa mengevaluasi kriteria para vendor dan bagaimana mereka akan dipilih.

Dalam menyeleksi para vendor, seorang pelaku bisnis harus memutuskan apakah mereka akan melakukan negosiasi langsung atau melalui prosedur lelang. Jika memilih lelang, maka ia harus menyusun rencana kerja dengan syarat-syaratnya, yang berisikan informasi serta petunjuk mengenai ketentuan peraturan mengenai penyelenggaraan lelang pemilihan vendor.

Maka itulah, untuk menciptakan hubungan kerja sama yang harmonis antara pelaku bisnis dengan vendor, kalian harus memilihnya dengan tepat, karena vendor juga memiliki pengaruh serta dampak langsung atas biaya, kualitas, waktu, dan keberlangsungan proyek yang sedang dikerjakan.

Bahkan tidak tanggung-tanggung para vendor akan memberikan diskon berupa potongan harga jika para vendor sudah nyaman bekerja sama dengan pelaku bisnis tersebut.

Dalam menentukan vendor yang baik, kalian bisa mengeceknya berdasarkan kejujuran, kelengkapan barang, ketepatannya, dan lain sebagainya. Jika salah satunya terdapat pada calon vendor kalian, maka bisa dikatakan vendor tersebut memberikan pelayanannya dengan baik, memberikan harga rasional, serta memenuhi kebutuhan barang kalian secara berkala.

Baca Juga: Pengertian HAM: Ciri-Ciri, Macam-Macam, dan Contoh Kasus HAM
Baca Juga: Alat Musik Tradisional dari Papua (Beserta Gambar)

Kerja Perusahaan Dengan Vendor

Vendor bisa juga dibilang sebagai salah satu mata rantai yang paling memiliki peran penting dalam hal keuntungan, pasar, serta kelangsungan hidup sebagian besar perusahaan. Sebagian besar perusahaan saat ini yang memiliki pemikiran maju dan terdepan sudah mengikutsertakan vendornya dalam bagian organisasi.

Beberapa perusahaan yang berhasil bahkan sudah menyadari bahwa mengikutsertakan vendor dalam sebuah jajaran organisasinya sangat diperlukan. Bahkan sampai-sampai seluruh pemasok serta sub-pemasok disertakan dalam jajaran organisasinya.

Dalam hal ini, para perusahaan memerlukan hubungan timbal balik dengan vendor untuk memenuhi keperluan serta mengembangkan cara yang lebih baik dan inovatif dalam memenuhi keperluannya. Mereka sadar bahwa bahwa mutu dari produk serta layanannya sangat berhubungan langsung dengan mutu produk dan layanan yang diberikan oleh vendor.

Bekerja sama yang baik serta erat sangat diperlukan dalam meningkatkan pelayanan pelanggan, mengurangi investasi inventor dan meningkatkan efisiensi manufakturing.

Pemilihan serta Evaluasi Vendor

Dalam pemilihan, perusahaan biasanya mencari vendor yang dapat memenuhi persyaratan. Persyaratannya bisa berupa kualitas produk layanan atau kriteria pengiriman dan biaya yang diberikan oleh vendor. Umumnya, kualitas dalam pengiriman merupakan kesamaan produk dengan spesifikasi yang sudah ditetapkan pada dokumen pengadaan barang.

Untuk kriteria pengiriman, biasanya berhubungan dengan waktu pengiriman, sedangkan kriteria biaya merupakan harga yang harus dikeluarkan untuk melakukan bisnis dengan vendornya.

Tahapan seleksi ini biasanya dilakukan untuk tujuan memilih vendor yang akan diajak bekerja sama dengan baik oleh perusahaan.

Dari sekian banyaknya vendor yang mendaftar, nantinya perusahaan akan menyeleksi setiap vendor hingga mengerucut. Dengan melakukan hal ini, dapat dilakukan dengan survey supaya dapat mengetahui informasi yang berkaitan dengan kondisi vendor.

Dengan begitu, perusahaan harus mendapatkan informasi mengenai segi teknis yang bisa didapatkan dari tersedianya berbagai alat produksi dan tenaga ahli, kecukupan atau tidaknya kapasitas yang disiapkan oleh vendor untuk memenuhi pesanan yang dibutuhkan, dan ketersediaan perhatian dalam beberapa aspek tertentu, seperti halnya dalam masalah pengendalian mutu.

Dalam pemilihan vendor, biasanya bagian pengadaan perusahaan akan menetapkan pilihannya dengan hanya berdasarkan pada harganya saja. Padahal, terdapat kriteria-kriteria lainnya yang wajib dimiliki para vendor jika perusahaan ingin menggapai kesuksesan dalam bisnisnya.

Beberapa kriteria seperti konsep pengiriman, hubungan manajemen, serta dukungan vendor terhadap proyek perusahaan atau ekspansi di masa depan, harus dipenuhi.

Cara Mendapatkan Vendor yang Berkualitas

Berikut ini beberapa cara yang bisa kalian terapkan dalam mendapatkan vendor yang baik dan berkualitas.

Cek Variasi Produk

Pembahasan di atas sudah menyebutkan bahwa fungsi dari vendor yakni untuk menyediakan bahan baku yang dibutuhkan pelanggannya. Semakin bervariasi produk yang disediakan oleh vendor, maka semakin bagus juga kualitas dari vendor tersebut. Maka, kalian juga tidak perlu lagi mencari-cari vendor lain, karena vendor tersebut telah menyediakan seluruh bahan yang perlu kalian butuhkan.

Harga yang Standar

Perusahaan-perusahaan yang memiliki pengalaman tinggi pastinya akan berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggannya. Salah satunya dengan memberikan harga yang sesuai standarnya.

Nah, jika kalian mendapati vendor yang memberikan harga sangat murah, maka kalian harus berhati-hati, barangkali kualitas dari bahan tersebut di bawah standar.

Kapasitas Dari Pelayanan

Hal yang terakhir yang perlu kalian waspadai dan perhatikan adalah saat memerhatikan kapasitas pelayanan dalam menentukan harga. Jika pelayanan yang diberikan sangat tinggi, maka berarti harga bahan yang diberikan juga pastinya sangat tinggi, dan juga sebaliknya.

 


 

Dilihat dari pembahasan di atas, kita dapat menyimpulkan, bahwa dalam mencari vendor yang berkualitas serta baik sangatlah penting bagi perusahaan. Dalam mencari pun kita juga jangan asal sembarangan memilih vendor, ikutilah langkah-langkah di atas dalam memilih vendor yang tepat. Nah, mungkin cukup sekian dari saya. Terimakasih dan Sampai Jumpa.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *