√ Mengenal Proses Terbentuknya Awan dan Jenis-Jenis | Bentuk & Tinggi

  • admin
  • Sep 06, 2021

Jenis-jenis awan –  Nah kembali lagi nih sob, bersama kita di catilmu.com. Pada pembahasan kita kali ini untuk membahas awan, mulai dari jenis-jenisnya, sampai penyebab apanya sih terbentuknya awan?

Supaya lebih mudah maka kita akan ilustrasikan bagaimana awan itu terbentuk. Misalkan kita sedang memasak air dikompor menggunakan panci yang ditutup, maka air itu akan mendidih. Nah maka ketika kita membuka tutup, lalu kita amati, terdapat titik air.

Inilah yang terjadi ketika air dipanaskan, maka air tersebut berubah fase menjadi uap. Lewat proses yang sudah kita kenal “penguapan”. Proses terjadinya ini adalah ketika uap memindahkan keatas menuju tutup panci, nah ketika uap tersebut sedang pada masa titik jenuh, maka uap tersebut berubah menjadi titik air, lewat proses yang sudah kita kenal “pengembunan”.

Jadi dapat disimpulkan, bahwa awan tersebut merupakan titik-titik air yang melayang-layang di atmosfer, dalam jumlah yang sangat banyak.

Untuk lebih jelasnya mengenai awan, dan hal-hal lainnya yang masih berkaitan, sebagai berikut.

Pengertian Awan

Pengertian Awan
harianparapelajar.blogspot.com

Awan merupakan suatu gumpalan uap air yang terbentuk karena sebab adanya siklus daur air yang terus terjadi berulang-ulang, yang biasa disebut oleh para ahli dengan sebutan siklus hidrologi.

Sebab air menguap menuju atmosfer disebabkan adanya panas bumi serta pancaran dari sinat matahari. Sehingga terjadilah pengembunan serta pemadatan uap air yang tergabung menjadi satu membentuk kumpulan awan pada tingkat ketinggian tertentu diatas langit.

Pada tahun 1894 dengan adanya Komisi Cuaca dan Langit Internasional, telah disepakati bahwa awan terbagi menjadi beberapa jenis-jenis.

Jenis atau macam tersebut dibagi lagi berdasarkan tingkat ketinggian awan tersebut. Pembagian tersebut terbagi menjadi 4 bagian yakni, awan rendah, awan sedang, awan tinggi, serta awan vertikal.

Proses Terbentuknya Awan dan Terjadinya Hujan

Proses Terbentuknya Awan dan Terjadinya Hujan
susantoag.wordpress.com

Mungkin disini diantara kalian bertanya-tanya, penyebab apa sih awan itu terbentuk ? Serta terbentuk seperti awan? Dan lain-lain yang masih mengganjal di pikiran kalian. Nah, tenang saja kami disini akan membagi pengetahuan bagaimana proses terbentuknya awan serta terjadinya hujan. Berikut pembahasannya.

  1. Secara keseluruhan air yang berada di permukaan bumi terbagi menjadi dua, yakni air permukaan serta air dibawah permukaan. Air yang berada di permukaan bumi meliputi aliran sungai, luat, rawa, serta danau, sedangkan air yang berada di bawah permukaan meliputi air tanah.
  2. Ketika air yang berada di permukaan terkena panasnya matahari, seketika molekul air tersebut menguap menuju atmosfer.
  3. Dikarenakan atmosfer memiliki suhu yang lebih rendah serta tekanan yang lebih besar, molekul tersebut menguap serta mengalami pengembunan dan membentuk sekumpulan titik-titik yang secara lambat laun menjadi memadat.
  4. Kumpulan titik-titik inilah yang membentuk suatu massa yang biasa kita kenal disebut dengan awan. Lantas awan inilah yang akan bergabung dengan sekumpulan massa awan lainnya menjadi lebih luas, berat, serta membentuk jenis-jenis yang bermacam-macam.
  5. Tentunya dalam penggabungan awan tersebut terjadi kelebihan berat atau massa, sehingga massa yang paling berat akan mendekati permukaan bumi sesuai dengan adanya hukum gravitasi.
  6. Ketika awan tersebut semakin menurun ketinggiannya, semakin tinggi pulalah suhunya, sehingga mengakibatkan uap air yang terbentuk dalam awan tersebut turun menuju bumi dalam bentuk air hujan, atau biasa disebut dengan Presipitasi.
  7. Begitu seterusnya hingga air hujan tersebut menjadi air permukaan, kemudian menguap kembali menjadi awan. Siklus tersebut merupakan keseimbangan alam yang terus terjadi berulang-ulang secara alami.

Bagi kalian yang kurang paham bagaimana terbentuknya awan serta terjadinya hujan, kalian bisa menonton 2 video berikut ini.

Jenis-Jenis Awan

Selanjutnya, setelah kita membahas mengenai proses terbentuknya awan dan proses terjadinya hujan. Kita akan membahas jenis-jenis awan, yang wajib anda ketahui. Jenis-jenis awan terbagi menjadi 10 bagian, yang tentunya salah satu dari jenis awan tersebut pasti kalian pernah melihatnya. Berikut beberapa jenisnya.

Jenis-Jenis Awan Berdasarkan Bentuknya

Berdasarkan para ahli, awan terbagi serta dibedakan menjadi berbagai macam, berikut jenis-jenisnya.

Awan Cirrus (Ci)

Apakah diantara kalian pernah melihat bulu burung atau gula-gula kapas ? Nah, jika diantara kalian pernah melihatnya, bentuk tersebut mirip seperti awan cirrus, yang merupakan awan halus dengan struktur seperti serat dan berbentuk seperti bulu burung

Awan inilah yang memiliki massa yang banyak, tetapi memiliki volume sedikit yang membuat awan cirrus tidak berpotensi mendatangkan hujan.

Awan ini memiliki sifat yang tenang serta diam, namun mempunyai serat antara satu bagian dengan bagian lainnya.

Awan Cumulus (Cu)

Awan cummulus merupakan awan yang berbentuk seperti gumpalan kapas yang menghampar secara horizontal, serta terlihat seperti bulu domba yang menampakkan pemandangan indah dan menawan.

Awan Stratus (St)

Awan stratus adalah awan rendah dan luas dengan ketinggian berada di bawah 200 m. Bentuk dari awan ini seperti kabut dengan berlapis-lapis yang melebar, yang mana awan satu dengan lainnya hampir sama.

Awan inilah yang terkadang cuaca menjadi terasa lebih sejuk, disebabkan menutupi pancaran sinar matahari langsung ke dalam permukaan bumi.

Awan Nimbus (Ni)

Nimbus sendiri adalah nama latin dari “rain”, atau dalam bahasa indonesia hujan. Awan nimbus merupakan awan berwarna abu gelap yang biasa disebut sebagai awan pembawa hujan. Jenis awan ini terbagi menjadi 2, yakni awan Nimbostratus dan awan Cumulonimbus.

Baca Juga :

Jenis-Jenis Awan Berdasarkan Ketinggiannya

Setelah kita membahas awan berdasarkan bentuknya, awan juga terbilang jenisnya berdasarkan ketinggiannya, memang dalam kita melihat awan diatas kita posisi dari awan tersebut seperti sama saja, padahal awan itu sendiri memiliki kategori berdasarkan ketinggiannya. Berikut jenis-jenisnya.

Jenis-Jenis Awan Tinggi

Jenis awan berdasarkan ketinggian ini adalah uap air yang menguap disebabkan suhu panas dan mengembun, lalu terbentuk dan jadilah awan dengan mencapai ketinggian diatas 20.000 kaki diatas permukaan laut.

Awan yang tergolong dalam ketinggian ini tidak serta merta terbentuk diatas ketinggian demikian, namun pada setiap wilayah dengan suhu serta iklim tertentu.

Jenis awan ini akan terbentuk dan menjadi awan jika ketinggiannya berkisar antara 6-8 KM DPL, untuk wilayah iklim tropis. 5-13 KM DPL, untuk wilayah iklim sedang. Serta pada ketinggian 3-8 KM DPL, untuk wilayah bersuhu dan beriklim sedang, seperti di kutub.

Berikut beberapa jenis awan berdasarkan letak tingginya.

Awan Cirrus (Ci)
Awan Cirrus
ge0nesia.blogspot.com

Awan cirrus adalah awan yang menjadi bagian awan tinggi, yang memiliki bentuk seperti serat filamen halus. Jenis dari awan ini terdiri dari gumpalan uap air yang berubah bentuk menjadi kristal air, disebabkan suhu serta iklim pada ketinggian tersebut dingin serta menyebabkan awan ini terbentuk.

Bentuk dari awan ini selain melingkar, juga terkadang berbentuk horizontal. Serta tampak jelas ketika awan ini terpampang sinar matahari, yang memiliki background biru langit. Ciri-ciri dari awan ini sebagai berikut.

  1. Awan yang memiliki bentuk sisi yang tidak jelas atau samar-samar.
  2. Terbentuk dari uap air yang berubah menjadi kristal air disebabkan suhu dingin pada ketinggian langit.
  3. Tidak akan menimbulkan hujan.
  4. Terbentuk dilangit pada ketinggian antara 6-18 Km DPL.
  5. Terbentuk seperti serat halus, serta nampak seperti bulu burung yang masih muda.
Awan Cirrocumulus (Ci Cu)
Awan Cirrocumulus
nyayufatimahzahroh.wordpress.com

Awan cirrocumulus adalah awan yang berbentuk seperti terputus-putus, serta tampak seperti pasir pantai ataupun terlihat bagaikan gerombolah domba-domba yang sedang berkerumunan.

Awan ini sama dengan awan tinggi lainnya, dikarenakan awan ini terdiri dari kumpulan kristal air yang membeku serta menjadi kristal es.

Proses terbentuknya awan ini terpaut cukup cepat, kemudian dalam waktu serta perubahan suhu begitu cepat membuat awan ini berubah menjadi awan sirostratus. Ciri-ciri dari awan ini adalah, sebagai berikut.

  1. Terbentuk diatas langit dengan kisaran ketinggian 6-12 Km diatas permukaan laut.
  2. Poses terbentuknya awan ini terpaut cukup cepat dan akan kembali berubah menjadi awan sirostratus.
Awan Cirrostratus (Ci St)
Awan Cirrostratus
pxhere.com

Awan cirrostratus adalah awan yang berbentuk sama dengan awan cirrocumulus dan awan cirrus. Namun berbeda warna dengan kedua awan tersebut, yakni berwarna kelabu, serta berbentuk seperti serabut dan jalur-jalur tipis yang menyebar keseluruh penjuru langit.

Awan ini ternyata dapat menimbulkan fenomena langit, yakni efek Halo atau biasa disebut dengan cincin matahari pada siang hari, yang tentunya awan ini ketika siang tampak lebih cerah serta bersinar lebih terang, dan mengakibatkan fenomena Halo tersebut.

Fenomena halo biasa terjadi ketika daerah yang berada di wilayah iklim tropis pada musim kemarau. Berikut beberapa ciri-ciri dari awan cirrostratus.

  1. Terbentuk pada ketinggian 600.000 Cm diatas permukaan laut.
  2. Memiliki bentuk seperti kelabu halus yang akan menutupi seluruh permukaan langit.
  3. Terbentuk seperti anyaman yang tidak teratur.
  4. Awan yang akan menimbulkan efek Halo pada saat iklim tropis.
  5. Terkadang akan menimbulkan hujan gerimis pada hari yang panas.

Jenis-Jenis Awan Sedang

Jenis awan ini adalah jenis awan yang berada pada ketinggian sedang, mulai dari ketinggian 2-8 Km diatas permukaan laut untuk wilayah iklim tropis. Ketinggian 2-7 Km diatas permukaan laut untuk wilayah dengan iklim sedang. Sedangkan ketinggian 2-4 Km diatas permukaan laut untuk wilayah beriklim kutub.

Berikut beberapa jenisnya.

Awan Alto Cumulus (A cu)
Awan Alto Cumulus
id.wikipedia.org

Awan ini terbentuk pada ketinggian sedang serta memiliki bentuk seperti butiran-butiran kecil yang berjumlah banyak, serta bentuknya seperti bola kapas yang menggulung satu demi satu.

Umumnya awan ini berwarna putih ataupun abu-abu, serta berlapis-lapis membentuk seperti serat-serat bulu burung. Awan ini akan sangat mudah dideteksi jika kalian melihat ke langit pada pagi hari ataupun di sore hari yang senja.

Banyak orang beranggapan bahwa awan ini mirip dengan awan cirrocumulus. Tetapi anggapan tersebut salah, karena perbedaan awan ini dengan awan cirromulus adalah, jika kita perhatikan dengan seksama bahwa, awan alto cumulus memiliki warna putih atau abu-abu, sedangkan awan cirrocumulus memiliki warna kelabu.

Awan ini akan terlihat jika kalian berada di ketinggian tertentu seperti di atas gunung, dengan syarat ada angin kencang yang membawa massa udara yang stabil dan kering. Berikut beberapa ciri-ciri awan alto cumulus.

  1. Terbentuk diantara ketinggian 2-7 Km diatas permukaan laut.
  2. Bentuk dari awan ini kecil-kecil, bagaikan bola-bola kapas bergandengan dan memiliki jumlah yang banyak.
  3. Dapat menimbulkan hujan deras yang kadang diringi dengan petir.
  4. Berwarna putih atau abu-abu saat terlihat di langit.
  5. Terlihat ketika ada angin kencang yang membawa massa udara yang relatif stabil dan kering.
Awan Alto Stratus (A St)
Awan Alto Stratus
id.wikipedia.org

Awan alto stratus berbentuk seperti lebar surat serta menutupi langit-langit secara total maupun secara keseluruhan, dengan berwarna abu-abu kebiruan dan sedikit tebal. Ketika awan ini muncul, maka matahari ataupun bulan akan menjadi lebih terang.

Awan ini juga berpotensi mendatangkan hujan ringan, ketika kadar air yang berada di awan terakumulasi cukup tebal. Sehingga, ketika awan ini muncul, maka pertanda bahwa akan terjadi hujan ringan namun tidak begitu deras. Berikut ciri-ciri dari awan ini.

  1. Terbentuk pada ketinggian 2-7 Km diatas permukaan laut.
  2. Memiliki potensi hujan ringan, ketika awan ini berkumpul cukup banyak serta tebal.
  3. Jenis awan ini berwarna abu-abu kebiruan.
  4. Mencakup sebagian atau hampir seluruh bagian pada langit dengan cakupan yang luas.
  5. Terbentuk pada sore hari dan malam hari, lalu menghilang ketika matahari terbit.

Jangan Lupa Baca Ini :

Jenis-Jenis Awan Rendah

Jenis awan rendah merupakan awan yang dikelompokkan pada ketinggian rendah, yakni kisaran 2-3 Km diatas permukaan laut di semua jenis wilayah.

Umumnya awan ini sering dijumpai oleh para pendaki gunung saat sudah berada di puncak gunung yang sedang didaki.

Jenis awan rendah terbilang terbagi menjadi tiga, yakni awan strato cumulus, awan stratus, dan awan nimbo stratus. Berikut ini penjelasan dari ketiga awan tersebut.

Awan Strato Cumulus (St Cu)
Awan Strato Cumulus
pexels.com

Awan strato cumulus merupakan awan rendah dengan bentuk seperti bola yang mengulung-gulung, dengan warna putih dibagian atas dan kelabu cerah pada bagian bawahnya.

Awan ini berpotensi untuk mendatangkan hujan lokal, bila massa air yang dimilikinya melebihi kapasitas untuk menimbulkan hujan, walau sangat jarang terjadi. Bagi kalian yang rumahnya dipantai, kalian bisa mudah menemui awan jenis ini, sebab awan ini kerap kali ditemui pada daerah pantai.

Berikut beberapa ciri-ciri dari jenis awan ini.

  1. Terlihat layaknya kumpulan-kumpulan bola putih yang kerap menutupi permukaan langit.
  2. Terdapat pada ketinggian kisaran antara 1,5-2 Km diatas permukaan.
  3. Memiliki warna kelabu ataupun berwarna putih yang akan lebih mudah ketika ditemukan pada waktu senja.
  4. Munculnya awan ini pertanda bahwa atmosfer di sekitar awan cenderung stabil.
  5. Dapat mudah ditemukan pada daerah pantai.
Awan Stratus (St)
Awan Stratus
brillio.net

Apakan diantara kalian disini pernah melihat kabut saat di pagi hari ? Atau saat kalian berada di puncak ataupun daratan tinggi lainnya yang sedang diselimuti kabut ? . Maka bentuk dari kabut tersebut mirip dengan awan stratus.

Dengan berbentuk seperti serat putih berwarna kelabu atau putih berlapis-lapis, awan ini berada pada ketinggian 2 Km diatas permukaan laut, yang mana lapisan tersebut melebar serta membentang kesegala penjuru arah dan berlapis-lapis.

Adapun ciri-ciri dari awan ini sebagai berikut.

  1. Terbentuk seperti serat putih berwarna kelabu atau putih serta berlapis-lapis.
  2. Lokasi dari terbentuknya awan ini cukup rendah serta memiliki persebaran kabut yang sangat luas.
  3. Dapat mendatangkan hujan lokal dengan intensitas ringan atau hujan gerimis.
  4. Letak dari awan ini berada pada ketinggian sekitar 2 Km diatas permukaan laut.
  5. Mempunyai persebaran kabut yang luas serta tekstur yang tipis.
Awan Nimbo Stratus (Ni St)
Awan Nimbo Stratus
jempoltangan.com

Awan ini adalah awan rendah yang berbentuk tidak menentu, dikarenakan awan nimbo stratus merupakan hasil dari penebalan dari awan altostratus. Dengan bentuknya yang tidak jelas serta ditambah tepinya yang compang-camping, membuat awan ini dapat menghasilkan hujan yang cukup ringan, tetapi dalam waktu yang lama.

Hal tersebut disebabkan karena warna dari awan ini berwarna kelabu gelap yang menandakan bahwa terdapat massa air hujan yang cukup banyak.

Dengan penyebarannya yang cukup luas, awan ini dapat membuat jarak pandang menjadi terganggu ketika turunnya hujan. Serta awan ini dapat menghalangi sinar matahari. Berikut beberapa ciri-ciri dari awan ini.

  1. Terbentuk pada ketinggian kisaran antara 600 m – 3 Km diatas permukaan laut.
  2. Bentuknya yang tidak menentu serta cenderung berubah.
  3. Persebaran dan cakupan langit yang cukup luas disaat awan ini muncul.
  4. Menimbulkan potensi hujan ringan dan sedang dalam waktu yang lama.

Jenis-Jenis Awan Vertikal

Jenis awan verikal merupakan kelompok awan yang memiliki ketinggian sangat rendah, yakni sekitar 0,5-1,5 Km diatas permukaan laut disemua jenis wilayah.

Pada siang hari awan ini akan nampak pemandangannya yang indah, disebabkan karena ketinggian dari awan ini sangat rendah dan sangat mudah, serta jelas untuk diamati.

Berikut beberapa jenis-jenis awan vertikal.

Awan Cumulus (Cu)
Awan Cumulus
id.wikipedia.org

Awan cumulus merupakan jenis awan yang tumbuh berbentuk secara vertikal keatas. Bentuk dari awan ini seperti perkembangan kembang kol yang berkembang dibagian atasnya, dan akan bertambah besar pada pucuknya yang dapat mencapai ketinggian 1000m.

Dengan bentuk inilah awam cumulus ketika terkena sinar matahari akan menimbulkan pemandangan yang sangat indah. Berikut beberapa ciri-ciri awan kumulus.

  1. Umumnya awan ini terdapat pada ketinggian sekitar 1 Km diatas permukaan laut.
  2. Lebarnya sama dengan ketinggiannya, sekitar 1 Km.
  3. Berbentuk seperti kembang kol yang berkembang pada bagian atasnya.
  4. Berwarna putih cerah serta abu-abu kelabu pada dua sisi yang berbeda.
  5. Saat musim kemarau atau saat langit cerah awan ini akan sering muncul.
Awan Cumolonimbus (Cu Ni)
Awan Cumolonimbus
letakastronomisindonesia.blogspot.com

Awab cumolonimbus merupakan awan yang memiliki peringatan penting bagi dunia penerbangan, disebabkan awan ini memiliki volume besar serta berkembang pada tempat yang rendah, dan juga dapat menghasilkan petir yang dapat membahayakan serta membuat kecelakaan bagi pesawat itu sendiri

Dengan bentuk yang seperti gunung ataupun menara besar, awan cumolonimbus dapat menghasilkan hujan bahkan bisa menimbulkan badai, bahkan bisa menghasilkan tornado seperti pada wilayah sub tropis. Awalan dari awan ini muncul adalah akan menimbulkan pertanda akan datangnya angin ribut dan hujan yang lebat.

Awan ini akan tumbuh dan membesar apabila dapat mencapai ketinggian 1000 kaki serta lebar 3500 kaki yang akan berbentuk seperti jaring raksasa.

Berikut beberapa ciri-ciri dari awan cumolonimbus.

  1. Dapat ditemukan pada ketinggian sekitar 2 Km diatas permukaan laut.
  2. Volume awan besar serta berkembang pada tempat yang rendah.
  3. Dapat memunculkan hujan lebat dan badai petir.
  4. Terdapat warna putih pada bagian atasnya serta kelabu gelap pada bagian bawahnya.

 

Itulah sob, beberapa jenis awan-awan mulai dari berdasarkan bentuknya dan berdasarkan ketinggiannya. Bagi kalian yang mungkin belum paham sekilas tentang jenis-jenis awan yang diatas, kalian bisa melihat video dibawah ini.

Nah, mungkin itu saja yang dapat sampaikan. Semoga bermanfaat, eitsss….. jangan lupa baca artikel lainnya di catilmu.com. Terimakasih dan Sampai Jumpa 🙂

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *