Persebaran Flora di dunia | Pengertian, Ciri-ciri, dan Jenis-jenis Flora

Persebaran flora di dunia – Dalam keseharian kita tentunya kita membutuhkan yang namanya flora atau tumbuhan, tumbuhan adalah pemasok oksigen kita, coba kita bayangkan tanpa adanya tumbuhan kita tidak bisa menghirup udara yang segar.

Nah, kesempatan kali ini saya akan membagikan pengetahuan mengenai persebaran flora di dunia. Mulai dari pengertian, faktor penyebab, jenis flora, dan persebarannya.

Untuk mengetahuinya lebih lanjut langsung saja kita ke pembahasannya.

Pengertian Flora

Apakah kalian mengetahui flora? Flora merupakan tumbuhan yang hidup di daerah tertentu dan pada waktu tertentu. Persebaran flora di dunia dibagi menjadi dua yaitu persebaran yang di darat dan persebaran yang air atau juga bisa di sebut bioma.

Apa itu bioma? Bioma adalah suatu kelompok hewan atau tumbuhan yang hidup dan tinggal pada lokasi geografis tertentu di muka bumi.

Faktor Penyebab Persebaran Flora di Dunia

Setidaknya ada empat faktor penyebab dari persebaran flora di dunia yakni faktor iklim terdiri dari suhu, kelembapan udara, sinar matahari, curah hujan dan angin. Faktor tanah yang terdiri dari tekstur, struktur, dan kesamaan tanah. Faktor topografi yang terdiri dari ketinggian dan kemiringan tanah. Dan yang terakhir faktor biotik, faktor yang dipengaruhi oleh manusia, hewan, dan tumbuhan.

Adapun persebarannya sebagai berikut :

Hutan Hujan Tropis

Hutan Hujan Tropis
unsplash.com

Hutan hujan tropis atau tropical rainforest adalah hutan yang hidup di daerah tropis, yang terletak di antara garis lintang utara (10º LU) sampai garis lintang selatan (10ºLS). Daerah tersebut berada di Asia Tenggara, Australia bagian utara, Afrika Tengah diantaranya Gabon, Zaire, Congo, Kenya, dan Nigeria, dan Amerika Selatan.

Tinggi dari pepohonan di hutan ini bisa mencapai 20 meter sampai 40 meter, dan juga dari daunnya yang lebab meyebabkan perubahan iklim mikro di bawahnya. Di bagian atas pohon bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup sedangkan pada bagian bawah sampai permukaan tanah sangat sulit untuk mendapatkan sinar matahari.

Penyebab ini yang menjadikan udara lembab dengan suhu rendah sekitar 18-25ºC. Dan juga di hutan ini terdapat beberapa lapisan vegetasi, diantaranya :

  1. Lapisan vegetasi dengan tinggi mencapai 35-42 m, yang daunnya sebagai kanopi/payung bagi vegetasi di bawahnya.
  2. Lapisan dengan kanopi pada ketinggian vegetasi berkisar 20-35 m, pada lapisan ini cahaya matahari masih bersinar.
  3. Lapisan yang tertutup dengan kanopi kisaran 4-20 m, merupakan daerah yang kelembapan udaranya masih relatif konstan.
  4. Lapisan vegetasi berkisar ketinggiannya mencapai 1-4 m.
  5. Lapisan yang berupa anakan pohon serta semak belukar pada ketinggian antara 0-1 m

Selain pohon-pohon tinggi jenis-jenis tumbuhan yang hidup di daerah ini antara lain, teratai, rotan, lumut, paku-pakuan, enceng gondok, jenis-jenis anggrek, jamur, meranti, keruing, kapur, kayu besi, kayu hitam, kunyit, jahe, temulawak, dan lain sebagainya.

Baca Juga :

Hutan Gugur/Musim

Hutan Musim/Gugur
pexels.com

Hutan musim atau hutan gugur merupakan hutan yang juga banyak terdapat di daerah beriklim sedang dengan empat macam musim. Misalnya seperti Amerika Utara, Asia Timur, dan Eropa. Hutan gugur memiliki jumlah spesies tumbuhan yang sedikit dibandingkan dengan hutan hujan.

Ciri-ciri khas dari hutan gugur adalah warna daun yang berwarna oranye keemasan, karena dari pendeknya hari yang merangsang tanaman sehingga menarik krolofil dari daun yang diisi dengan pigment lain. Ciri-ciri yang lainnya yakni :

  1. Curah hujan yang tidak merata antara (750-1000 mm/tahun).
  2. Tumbuh tidak terlalu rapat dan heterogen.
  3. Saat musim panas daun berwarna hijau.
  4. Ketika musim dingin daun-daun mulai meranggas atau gugur.
  5. Daun yang berdominan lebar.
  6. Dapat beradaptasi dengan iklim yang ekstrim.
  7. Tumbuh di lingkungan yang beriklim sedang.
  8. Temperatur suhu kisaran 22ºC-17ºC.

Jenis-jenis flora yang hidup di hutan gugur adalah oak (Quercus), basswood (Tilia americana), maple (Acer), (Castanea), jati (Tectona grandis), cemara (Casuarinaceae), dan ekaliptus (Eucalyptus).

Tundra

Tundra
pixabay.com

Tundra merupakan bioma yang hanya terdapat di daerah kutub utara dan sebagian kecil di kutub selatan. Di kutub utara tundra hanya bisa ditemukan di Arktika, termasuk Greenland. Di kutub selatan, tundra terdapat di Antarktika dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Tundra di Arktika lebih luas dengan Antartika, mencapai 20% permukaan bumi. Ciri-ciri dari tundra antara lain :

  1. Terdapat di wilayah artik.
  2. Suhu mencapai -57ºC.
  3. Musim panas suhu maksimum bisa mencapai 15ºC.
  4. Curah hujan yang rendah, sekitar 100-250 mm/tahun.
  5. Didominasi oleh lumut kerak dan semak.
  6. Rata-rata tumbuhan yang berwarna mencolok dan pendek.

Jenis-jenis flora yang berada di daerah tundra di dominasi oleh lumut yang membentuk hamparan luas yang sering disebut “hamparan bantalan”. Contoh jenis-jenis flora yang lain diantara :

  1. Daerah berawa ditumbuhi dengan rumput teki, rumput kapas, dan gundukan gambut.
  2. Daerah dengan cekungan basah seperti di Greenland terdapat semak salik dan bentula.
  3. Daerah yang kering ditumbuhi lumut, teki-tekian, tumbuhan Ericeceae, dan beberapa tumbuhan berdaun agak lebar.
  4. Daerah berlereng batu ditumbuhi oleh lumut kerak dan alga.

Taiga

Taiga
unsplash.com

Taiga merupakan hutan yang tersusun hanya satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya. Bioma ini tersebar di belahan bumi utara, seperti di wilayah Rusia, Kanada, dll. Taiga merupakan bioma yang terluas dari bioma-bioma lain di bumi.

Bioma taiga merupakan bioma yang mempunyai musim dingin yang cukup panjang dan musim kemarau yang panas dan sangat singkat yaitu berlangsung selama 1-3 bulan. Ciri-ciri dari taiga antara lain :

  1. Banyak pegunungan-pegunungan tinggi.
  2. Dominasi iklim yang sangat dingin.
  3. Suhu bisa mencapai -12ºC sampai -10º C
  4. Curah hujan berkisar 400-750 mm/tahun.

Jenis-jenis flora yang hidup di bioma taiga merupakan jenis vegetasi konifer (tumbuhan yang berdaun seperti jarum), seperti pinus, cemara, tusam, balsam, juniper, alder, birch, spruce, larix, abies, dan lain-lain.

Baca Juga :

Sabana

Sabana
unsplash.com

Sabana adalah lahan yang di sekitarnya ditumbuhi beberapa pepohonan, sabana berada didaerah yang curah hujannya sekitar 50-130 cm/tahun yang mana peristiwa hujan hanya terjadi pada bulan-bulan tertentu saja. Karena hal inilah tumbuhan yang besar sulit untuk hidup sehingga tumbuhan yang bisa hidup hanya tumbuhan-tumbuhan kecil saja.

Negara yang memiliki sabana adalah Amerika Selatan, Afrika, Australia, sebagian wilayah India, bahkan sebagian kecil wilayah Indonesia. Ciri-ciri dari sabana antara lain :

  1. Hanya terdapat di daerah tropis.
  2. Tumbuhan yang berjenis xerofit.
  3. Tumbuhan yang tersebar secara berjauhan.
  4. Curah hujan yang rendah sekitar antara 200 mm/tahun.
  5. Musim hujan hanya terdapat 2-3 bulan saja.

Jenis-jenis flora di tiap sabana berbeda-beda, di Afrika tumbuh rumput bermuda, akasia, cadelabra, eboni, pohon baobab, dan rumput gajah. Sedangkan di Amerika, tumbuh fern, guacamaya, pentamierista, bromelia, dan carnivorous sp. Dan di Australia tumbuh seperti tanaman kasuarina, pohon rumput, pohon botol, dan ekaliptus.

Gurun

Gurun
pixabay.com

Flora yang hidup di gurun adalah flora yang berdaun kecil atau tidak berdaun, serta memiliki duri dan akar yang panjang sehingga mampu mencari air lebih luas serta dapat menyimpan air di jaringan spon. Curah hujan yang rendah ketika musim kemarau hingga 250 mm/tahun, dan suhunya mencapai lebih dari 40ºC.

Persebaran gurun banyak terdapat di benua Afrika Utara (Sahara), Asia (Takla makan), Australia (Gibson), Amerika Utara (Great basin), dan Indonesia (Parangtritis). Ciri-ciri dari gurun antara lain :

  1. Jarang terjadi hujan.
  2. Tanah yang tandus dan kering.
  3. Suhu di malam hari bisa mencapai 0ºC.
  4. Dan disaat siang hari mencapai 45ºC.
  5. Tingkat evaporasi yang sangat tinggi.
  6. Tidak mampu menyimpan air.
  7. Berada di daerah tropis, subtropis, dan daerah tinggi lainnya.
  8. Amplitudo suhu yang sangat besar.

Jenis-jenis flora yang berada di daerah ini adalah kaktus, aloe, kaktus saguora, cholla, dan liliaceae.

Baca Juga :

Stepa

Stepa
pixabay.com

Stepa merupakan hamparan tanah luas yang terdapat tumbuhan sedang seperti ilalang, dan sama sekali tidak ada tumbuhan besar. Daerah yang memiliki stepa antara lain Rusia, Amerika Selatan, Amerika Utara, Afrika Selatan, dan Hongaria. Ciri-ciri dari stepa adalah :

  1. Padang rumput yang beriklim sedang.
  2. Vegetasi rumput yang luas.
  3. Curah hujan yang tidak teratur sekitar 250-500 mm/tahun.
  4. Di saat musim panas suhu mencapai 19ºC-30ºC, dan disaat musim dingin mencapai 12ºC-20ºC.
  5. Terdapat jenis rumput yang tingginya bisa mencapai 3,5 m.

Perbedaan stepa dengan sabana antara lain:

  • Stepa hanya terdiri dari rumput-rumput yang pendek dan diselingi oleh semak belukar.
  • Sedangkan sabana adalah padang rumput yang diselingi dengan pohon-pohon yang tinggi.

 


Nah itulah mungkin persebaran dari flora di dunia, singkatnya persebaran flora di bagi menjadi 7 bioma diantara tundra, taiga, stepa, dan lain-lain yang sudah kita bahas di atas tadi. Mungkin ini saja, semoga adanya artikel ini bisa menambah wawasan kalian mengenai persebaran flora di dunia. Sekian dari saya, Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *