Pengertian Akuntan, Macam-macam, dan Etika Profesi (100%) Lengkap

Pengertian Akuntan – Hi sobat catilmu kembali lagi bersama saya di artikel ini. Kali ini saya akan membagikan pengetahuan tentang pengertian akuntan, apasih itu pengertian akuntan?.

Yuk langsung ke materinya tentang pengertian akuntan, lest go.

Pengertian Akuntan

 

Pengertian Akuntan
republika.co.id

Pengertian akuntan adalah seorang sarjana yang telah mendapatkan titel atau gelar akuntan, yang telah selesai pendidikannya di fakultas ekonomi jurusan akuntansi. Pada suatu universitas atau perguruan tinggi dan telah lulus Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK).

Penulisan titel atau gelar tersebut harus setelah nama sang pemilik gelar, contoh : Drs. H Akbar Siregar AK. Sebelum munculnya SK Mendiknas Nomor 179/U/2001 gelar akuntansi hanya bisa didapatkan yang bersangkutan ketika lulus jurusan sarjana di perguruan tertinggi negri tertentu, tapi kini bisa di dapatkan melalui PPAK.

Sedangkan menurut bahasa, pengertian akuntan adalah seseorang yang mahir dalam bidang akuntansi meliputi menyusun, membimbing, mengawasi, menginspeksi, memperbaiki tata buku, dan administrasi perusahaan atau instasi pemerintah.

Macam-macam Akuntan

Akuntan di bagi menjadi 4 bagian antara lain :

Akuntan Internal

Akuntan internal atau juga bisa di sebut akuntan perusahaan karena akuntan ini bekerja di sebuah perusahaan. Tugas dari akuntan internal adalah mencatat setiap transaksi keuangan perusahaan, menyusun laporan keuangan, menyusun anggaran, menangani masalah pajak, dan melakukan audit internal perusahaan.

Akuntan Publik

Akuntan publik adalah akuntan yang tidak memiliki ikatan dengan perusahaan manapun, akuntan publik bisa juga di sebut akuntan independen. Mereka biasanya membuka kantor akuntan sendiri, tugas dari akuntan publik adalah pemeriksa laporan keuangan, memberi jasa penyusunan laporan keuangan untuk masalah perpajakan, dan memberikan jasa konsultasi manajemen.

Akuntan Pemerintah

Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja di lembaga-lembaga pemerintah, seperti di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Tugas dari akuntan ini adalah pemeriksaan dan pengawasan terhadap keuangan pemerintah, menyusun laporan keuangan, dan melakukan perancangan sistem akuntansi pemerintah.

Akuntan Pendidik

Akuntan pendidik adalah akuntan yang bergerak di bidang pendidikan akuntan. Tugas akuntan antara lain, mengajar dan membuat kurikulum pendidikan, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi di suatu perguruan tinggi. Dapat disimpulkan akuntan pendidik adalah pengajar di suatu perguruan tinggi dan mengembangkan pendidikan akuntan.

Akuntan pendidik tidak semata-mata hanya mengajar, mereka juga membuka praktek akuntan untuk melayani masyarakat atau perusahaan yang membutuhkan jasanya.

Etika Profesi Akuntan

Etika Profesi Akuntan
qerja.com

Setiap akuntan harus di tuntut untuk memahami aturan buku berupa kode etik profesi dan standar dari kegiatan pekerjaan akuntan, kode etik ini merupakan sebagai landasan bagi eksistensi profesi dan terbentuknya kepercayaan masyarakat. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) membuat kode etik ini merupakan untuk mengatur perilaku etika para akuntan dalam memenuhi tanggung jawabnya, kode etik ini antara lain :

Tanggung Jawab Profesi

Yang pertama adalah tanggung jawab profesi, setiap akuntan harus bersikap profesional dalam menggunakan pertimbangan moral dan profesional ketika setiap kegiatan yang dia lakukan. Setiap akuntan memiliki tanggung jawab kepada klien yang menggunakan jasanya dan tanggung jawab kerja sama kepada akuntan lain untuk mengembangkan profesinya dan memelihara kepercayaan masyarakat.

Semua itu diperlukan untuk menegembangkan, memelihara, dan meningkatkan tradisi profesi.

Kepentingan Publik

Kepentingan publik maksudnya adalah setiap anggota harus memiliki kewajiban dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, serta untuk menunjukkan sikap profesionalisnya. Akuntan juga mempunyai peranan penting di dalam lingkup masyarakat.

Arti dari publik bagi para akuntan adalah, klien, pemerintah, pegawai, investor, pemberi kredit. Investor dunia bisnis dan kepada pihak-pihak yang bergantung ke integritasan, dan objektivitas akuntan untuk memelihara suatu fungsi bisnis itu tertib.

Integritas

Dalam untuk menjaga dan mempertahankan tingkat kepercayaan publik, seorang akuntan harus memenuhi tanggung jawab profesinya dengan integritas yang tinggi untuk bersungguh-sungguh dalam mengemban profesinya. Intergritas mengharuskan seorang akuntan untuk bersikap jujur, dan berterus terang untuk mendapatkan kepercayaan publik.

Integritas tidak dapat menerima kecurangan dan peniadaan prinsip, tapi integritas dapat menerima perbedaan pendapat dan kesalahan yang tidak disengaja. Keuntungan pribadi tidak boleh menang dari kepercayaan dan pelayanan publik.

Objektivitas

Seorang akuntan harus menjaga objektivitasjnya, netral, dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesional. Objektivitas merupakan kualitas yang memberikan suatu nilai atas jasa yang di berikan kepada seorang akuntan. Prinsip objektivitas mengharuskan setiap anggota bersikap adil, jujur secara intelektual, tidak memihak, tidak berprasangka, serta bebas dari pengaruh pihak lain.

Kompetensi dan Kehati-hatian

Setiap akuntan harus bersikap hati-hati, kompetensi, keuletan atau ketekunan ketika melakukan profesinya. Dan juga harus memelihara pengetahuan dan keahlian profesional untuk di butuhkan ketika menjamin pemberi kinerja, dengan kata lain kilen harus menerima layanan yang di berikan kepada akuntan secara profesional dan kompoten.

Kerahasiaan

Ketika kita sudah menjadi seorang akuntan kita harus menjaga kerahasiaan informasi. Hal ini untuk menghormati kerahasiaan informasi yang didapatkan ketika seorang klien menggunakan jasanya. Dan tidak boleh mengungkapkan atau menggunakan informasi tersebut tanpa ada persetujuan.

Dan juga tidak boleh menggunakan informasi untuk keuntungan pribadi atau pihak ketiga, informasi yang didapatkan ketika hubungan profesional maupun hubungan bisnis.

Standar Teknis

Setiap akuntan ketika sedang ada kegiatan harus mengikuti standar teknis dan standar profesional yang signifikan. Seorang akuntan juga memiliki kewajiban dengan disertai kehati-hatian untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa, selama tugas itu searah dengan integritas dan objektivitas.

Standar teknis yang ditaati adalah standar yang di keluarkan oleh Ikatan Akuntans Indonesia (IAI), International Federation of Accountans, badan pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang relevan.

 


 

Itulah tadi penjelasan tentang pengertian akuntan, macam-macam akuntan, dan etika profesi akuntan. Sekarang mulai banyak akuntan-akuntan di luar sana, untuk menjadi seorang akuntan berarti kita juga harus mengikuti etika-etika akuntan. Mungkin ini saja, sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *