√ Pengertian Akuntan Pendidik | Syarat, Tugas, dan Peran Akuntannya

Pengertian akuntan pendidik – Hi sobat, kembali lagi bersama kami. Nah untuk kali ini saya akan membahas mengenai pengertian akuntan pendidik. Sekedar awalan sedikit, seorang akuntan pendidik merupakan pendidik dari seorang akuntan lainnya. Bisa dikatakan akuntan pendidik merupakan seorang guru.

Beberapa artikel berkaitan dengan pembahasan ini :

Nah dalam pembahasan kali ini saya akan membahas mengenai akuntan pendidik. Sebenarnya apakah masih banyak hal lainnya yang masih berkaitan dengan akuntan pendidik, untuk mengetahuinya lebih lanjut, berikut beberapa pembahasannya.

Pengertian Akuntan Pendidik

Akuntan pendidik merupakan seorang akuntan yang bertugas untuk pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan, mengajar, dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi lewat perguruan tinggi dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya.

Akuntan pendidik merupakan seorang guru atau dosen dalam bidang akuntan, karena telah mengajarkan seorang akuntan untuk bersikap handal dan profesional.

Pengertian Akuntan Pendidik Menurut Para Ahli

Menurut beberapa ahli pengertian akuntan pendidik terdapat berbagai macam, adapun pengertiannya sebagai berikut :

Restuningdiah

Menurut pendapat Restuningdiah pengertian akuntan pendidik merupakan profesi dari akuntan yang memberikan jasa dalam bentuk pendidikan akuntansi kepada masyarakat di perguruan tinggi atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Dalam hal ini untuk membangun jiwa akuntan untuk bersikap terampil dan profesional.

IAI (Ikatan Akuntan Indonesia)

Menurut pendapat IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) pengertian akuntan pendidik merupakan akuntan yang berada dalam bidang pendidikan, yang memiliki tugas untuk mengajar, melakukan penelitian dan pengembangan mengenai akuntansi, dan menyusun kurikulum untuk pendidikan akuntansi di sebuah perguruan tinggi.

Soemarso

Sedangkan menurut pendapat Soemarso pengertian akuntan pendidik merupakan akuntan yang bekerja di bidang pendidikan akuntansi untuk mengajar, menyusun kurikulum pendidikan, dan melakukan penelitian pada bidang akuntansi.

Syarat Akuntan Pendidik

Syarat Akuntan Publik

pexels.com

Untuk menjadi seorang akuntan pendidik harus memiliki syarat-syarat tertentu. Syarat tersebut sebagai berikut :

  1. Melaksanakan UNA (Ujian Nasional Akuntansi) yang di adakan oleh konsorsium pendidikan tinggi ilmu ekonomi sesuai Surat Keputusan Menteri RI tahun 1979.
  2. Pendidikan sarjana jurusan akuntansi dari fakultas ekonomi yang memiliki gelar akuntansi.

Selain syarat, seorang akuntan pendidik juga harus memiliki hal yang dikuasai untuk menjadi pendidik, di antaranya :

  1. Mampu melakukan alih pengetahuan (transfer of knowledge) perihal akuntansi kepada murid ataupun mahasiswanya.
  2. Menguasai tingkat pendidikan tinggi dan juga menguasai pengetahuan tentang bisnis dan akuntansi, dan juga teknologi informasi.
  3. Mampu mengembangkan pengetahuan yang dimiliki dengan melakukan penelitian.

Tugas Akuntan Pendidik

Tugas Akuntan Pendidik

pexels.com

Terdapat 3 macam tugas dari akuntan pendidik, adapun tugas tersebut sebagai berikut:

  1. Membuat kurikulum mengenai di bidang akuntansi, sehingga wajib dan menguasai pendidikan yang tinggi tentang dasar-dasar akuntan dan teknologi informasi.
  2. Wajib melakukan alih pengetahuan (transfer of knowledge) mengenai akuntan kepada anak didikannya.
  3. Mengerjakan penelitian tentang akuntansi untuk mengembangkan ilmu akuntansi.

Kode Etik Seorang Akuntan Profesional

Kode etik di sini dimaksudkan untuk mematuhi panduan dan aturan untuk seluruh anggota akuntan yang dalam pemenuhan tanggung jawab pekerjaannya. Adapun kode etiknya sebagai berikut :

Tanggung Jawab Profesi

Ketika melakukan tanggung jawabnya, seorang akuntan harus bersikap profesional. Sebagai seorang profesional, anggota memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, dan juga memiliki tanggung jawab kepada semua yang memakai jasanya. Serta bekerja sama dalam sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi dan menjadi kepercayaan masyarakat.

Integritas

Wajib memiliki integritas, serta harus bisa tegas dan jujur dalam semua keterkaitannya dengan hubungan profesional maupun bisnis.

Objektivitas

Wajib mampu objektivitas, dalam hal ini seorang akuntan profesional harus mencegah adanya bias, konflik kepentingan, serta pengaruh berlebihan dari orang lain.

Kompeten

Dalam hal ini seorang akuntan pendidik harus mempunyai kompetensi profesional, dan juga memiliki kesungguhan, di mana juga memiliki tugas yang berkesinambungan untuk menjaga pengetahuan dan skill.

Dapat Dipercaya

Wajib mampu menjaga kerahasiaan klien yang telah menggunakan jasanya terhadap seorang akuntan profesional, kecuali telah mendapatkan izin terhadap klien. Kerahasiaan tersebut tentunya didapat dari hasil hubungan bisnis profesional yang tidak boleh digunakan dalam kepentingan pribadi.

Profesional

Wajib bersikap profesional, dalam hal ini seorang akuntan harus menaati pada hukum dan peraturan-peraturan yang ada, serta menghindari tindakan yang bisa menodai profesi.

Peran Akuntan Pendidik

Peran dari akuntan pendidik merupakan untuk mengajar mengenai ilmu akuntansi kepada murid-murid maupun mahasiswa. Melewati pendidikan ilmu akuntansi maka ilmu itu terus diturunkan kepada generasi-generasi selanjutnya. Karen ilmu ini sangat dibutuhkan untuk pengelolaan keuangan usaha ataupun perusahaan.

Misal dari profesi akuntan pendidik adalah guru maupun dosen di perguruan tinggi atau pendidikan lainnya. Dalam awal pembelajaran ilmu akuntansi diajarkan dasar-dasar akuntansi. Dasar-dasar akuntan tersebut sebagai berikut :

Konsep Debet dan Kredit

Konsep dari debet dan kredit adalah teori dasar dari pembuatan jurnal. Yakni debet dalam jurnal di sebelah kiri baris pertama serta kredit dalam jurnal di sebelah kanan baris kedua.

Posting Jurnal ke Buku Besar

Kegiatan ini merupakan mengalihkan jenis transaksi pada jurnal ke buku besar, masing-masing jenis transaksi dicatat dalam buku besar.

Pembuatan Neraca Percobaan

Neraca percobaan merupakan neraca yang di dalamnya terdapat debet dan kredit sesuai keberlakuannya, setiap saldo dari masing-masing buku besar lalu di catat dalam neraca percobaan. Kemudian saldo dari debet atau saldo dari kredit sama rata pada neraca tersebut.

Pembuatan Laporan Keuangan

Inti dari laporan keuangan untuk menganalisakan aset perusahaan serta utang dari perusahaan, sehingga dapat diketahui jika perusahaan mengalami keuntungan maupun kerugian saat akhir periode. Adapun kelompokkannya sebagai berikut :

Neraca (Balance Sheet)

Merupakan laporan tentang aset dari perusahaan, misal seperti : aktiva lancar, aktiva tetap, dan utang dari perusahaan/

Laporan Laba atau Rugi (Profit and Lost Report)

Merupakan laporan dari perhitungan harga pokok penjualan dengan pendapatan dan pengeluaran biaya, perusahaan mengalami untung atau rugi pada akhir periode.

Laporan Perubahan Modal (Owners Equity)

Merupakan laporan tentang adanya penambahan atau pengurangan jumlah dalam investasi modal dan terpampang akumulasi laba atau rugi pada perusahaan.

Laporan Arus Kas (Cash Flow)

Laporan alur kas adalah laporan dari transaksi penerimaan dalam pengeluaran kas terhadap pengoperasian serta investasi perusahaan.


Mungkin ini saja dari pembahasan dari artikel ini, kesimpulan dari pembahasan ini merupakan seorang akuntan pendidik juga bisa di bilang guru ataupun dosen yang mengajar mengenai ilmu akuntansi. Demikian dari saya, Terimakasih 🙂

Flora dan Fauna: Pengertian, Persebaran, dan Klasifikasi Unsur-Unsur Seni Tari Beserta Penjelasannya Seni Rupa: Pengertian, Unsur-Unsur, Macam-Macam, serta Fungsinya
View Comments
There are currently no comments.