√ Fauna Oriental | Pengertian, Karakteristik, dan Contoh Fauna Endemik

  • admin
  • Agu 20, 2021

Fauna oriental – Tepat 145 tahun yang lalu, atau lebih tepatnya pada tahun 1876, seorang naturalis sekaligus geografer, antropolog, dan biolog yang bernama Alfred Russel Wallace telah membagi wilayah persebaran fauna di seluruh dunia.

Persebaran tersebut nantinya akan dibagi menjadi 8 bagian, yakni Ethiopian, Paleartik, Oriental, Australian, Neotropical, Neartik, Oceanik, dan yang terakhir Antartik.

Dari kedelapan persebaran tersebut, kita sudah bisa berpikir bahwa terdapat banyak sekali berbagai macam tipe fauna atau hewan yang tersebar di wilayah tersebut.

Pada kali ini, kami tidak akan membahasa kesemua wilayah tadi, melainkan hanya membahas satu wilayah saja, sekaligus wilayah yang mana negara kita masuk dalam wilayah tersebut, yakni wilayah oriental.

Tanpa basa-basi lagi, berikut pembahasan mengenai fauna bertipe oriental.

Pengertian Fauna Oriental

Fauna oriental merupakan sebuah lingkup wilayah persebaran dari segala jenis fauna atau hewan yang tinggal dan berkembang biak dalam wilayah tersebut. Persebaran dari wilayah oriental terdapat di Asia Selatan dan Asia Tenggara

Untuk di Indonesia, wilayah oriental hanya berada pada pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Hal tersebut dikarenakan Indonesia terbagi menjadi tiga zona wilayah persebaran fauna, yakni oriental, peralihan, dan australis.

Sedangkan untuk persebaran wilayah yang lebih luasnya lagi, fauna oriental meliputi benua asia dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, seperti Sri Lanka, Filipina, Indonesia bagian barat dan tangah yang sudah disebut tadi.

Beragamnya kondisi lingkungan fisik di wilayah ini membuat beberapa wilayah oriental menjadi berbeda. Walaupun demikian, sebagian besar wilayah oriental memiliki iklim tropis dan masih banyak hutan hujan tropis yang menjadikan sebuah tempat tinggal bagi para hewan ataupun tumbuhan khas wilayah tersebut.

Karakteristik Fauna Oriental

Pada dasarnya, di setiap wilayah persebaran fauna di dunia memiliki karakteristik atau ciri khasnya masing-masing, begitu pula di wilayah oriental. Berikut beberapa ciri khas atau karakteristiknya.

  1. Terdapat berbagai macam spesies mamalia berukuran besar.
  2. Terdapat banyak jenis kera.
  3. Terdapat fauna endemik atau fauna khas yang memang hanya di wilayah tersebut.
  4. Terdapat berbagai jenis burung oriental yang berwarna menarik.

Contoh Fauna Oriental

Secara garis besar, hewan yang hidup dan berkembang biak di wilayah ini mengikuti dari iklim kawasan tersebut. Begitupun pada fauan yang berada di wilayan oriental. Berikut beberapa contoh hewan-hewan yang berada di kawasan tersebut.

Tapir

Tapir
wildthornberrys.fandom.com

Spesies tapir yang berada di kawasan ini lebih condong ke tapir asia, yang mana memiliki ciri khas seperti badannya yang berwarna hitam dan putih dari baru sampai pantat dan di ujung telinganya. Serta memiliki ekor pendek yang gemuk dan belalai yang cukup panjang dan lentur.

Dari segi karakteristiknya, tapir memiliki panjang antara 1,8 hingga 2,4 m dan tingginya berkisar antara 90 hingga 107 cm. Sedangkan untuk beratnya, tapir bisa menyentuh berat sekitar antara 250 hingga 320 kg.

Untuk persebaran wilayahya, tapir dapat ditemukan hampir di semua kawasan hutan hujan rendah di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Laos, Kamboja, Myanmar, dan Vietnam.

Sedangkan di Indonesia tapir dapat ditemukan di Sumatera atau lebih tepatnya di sepanjang Danau Toba sampai Lampung.

Harimau

Harimau
pedomanbengkulu.com

Terdapat banyak sekali fakta-fakta dari hewan ini, seperti masih dalam satu keluarga dengan kucing, jenis kucing terbesar, dan termasuk kucing pelari tercepat kedua di dunia setelah chitah.

Dengan tergolong hewan karnivora, harimau memiliki panjang rata-rata sekitar 198 sampai 250 cm (tergantung dari jenis kelamin), berat sekitar 91 sampai 140 (tergantung dari jenis kelamin, dan tinggi mencapai 60 cm.

Untuk corak loreng harimau memiliki perbedaan tergantung dari jenis spesiesnya, walaupun begitu secara sekilas harimau memiliki bentuk pola loreng yang sama saja.

Saat ini, setidaknya terdapat sekitar 9 subspesies yang teridentifikasi, dan salah satunya yang terdapat di wilayah oriental, yakni harimau sumatera. Namun, dengan begitu terdapat tiga diantaranya yang telah dianggap punah.

Sedangkan untuk persebarannya di mulai dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar, India, Bhutan, Bangladesh, Nepal, bahkan bisa mencapai Korea Utara dan wilayah Asia Tengah seperti Rusia.

Untuk di wilayah oriental, harimau hanya bisa ditemukan di habitat asilinya di Sumatera.

Menjangan

Menjangan
balifundive.blogspot.com

Menjangan atau rusa adalah hewan mamalia yang memiliki warna corak bulu bervariasi, seperti cokelat gelap hingga cokelat terang. Menjangan memiliki tanduk seperti rusa, walaupun dari segi badannya, hewan ini tidak terlihat seperti rusa, melainkan seperti kijang.

Menjangan tergolong dalam hewan karnivora yang memiliki ukuran tubuh sedang dan panjangnya sekitar 89 sampai 135 cm. Sedangkan ekornya 12 sampai 13 cm, tingi bahu antara 40 sampai 65 cm, dan berat sekitar 35 kg.

Di Indonesia sendiri, menjangan memiliki empat subspesies, diantaranya adalah kijang, rusa bawean, rusa timor, dan rusa sambar. Sedangkan persebarannya dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Lombok.

Untuk di luar negeri, persebaran kijang terdapat di Brunei Darussalam, Tiongkok, Malaysia, Singapura, Myanmar, dan Thailand.

Monyet

Bekantan
mayaanurhan.blogspot.com

Jenis monyet di kawasan oriental sangat banyak dan tersebar luas, di mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, bahkan sebagian Sulawesi. Pastinya, disetiap kawasan tadi memiliki jenis dan karakteristiknya masing-masing.

Untuk di Kalimantan, populasi berbagai jenis monyet sangat lah banyak. Seperti bekantan, owa, tarsius, orangutan, lutung banggat, dan lain sebagainya.

Selain yang disebutkan tadi, terdapat spesies monyet yang hanya bisa ditemukan di Pulau Mentawai saja, yakni simakobu atau monyet ekor babi. Biasanya simakobu hidup dalam satu kelompok yang terdiri dari satu jantan, satu atau lebih betina, serta beberapa anak.

Untuk orangutan, binatang tersebut merupakan makhluk endemik asli Indonesia yang memiliki tiga jenis spesies, yakni orangutan sumatera, orangutan kalimantan, dan orangutan tapanuli.

Badak

Badak
centralnews.co.id

Untuk di Indonesia terdapat dua spesies badak endemik, yakni badak jawa serta badak sumatera. Ciri-ciri dari kedua spesies terebut sangatlah berbeda.

Badak Sumatera memiliki panjang cula sekitar 25 hingga 80 cm, cula belakangnya tidak lebih dari 10 cm. Serta panjang tubuh berkisar antara 2 sampai 3 meter dengan ketinggian 1 sampai 1,5 meter. Untuk berat badan, badak jawa memiliki berat sekitar 600 sampai 950 kg.

Sedangkan untuk badak jawa, mereka hanya memiliki cula kecil yang panjangnya berkisar 25 cm, bahkan untuk betinanya hanya memiliki cula kecil atau tidak sama sekali. Memiliki berat badan berkisar 900 sampai 2.300 kg, panjang tubuh 2 hingga 4 meter, dan tinggi berkisar 1.7 meter.

Saat ini kedua badak tersebut tergolong dalam daftar merah atau terancam punah. Hal tersebut berarti, hewan tersebut hanya kita bisa temukan di tempat-tempat khusus saja.

Seperti badak sumatera yang hanya bisa kita temukan di hutan hujan tropis di Pulau Sumatera saja. Sedangkan badak jawa terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon.

Untuk diluar Indonesia, badak jawa dapat kita temukan di kawasan Asia Tenggara, India, dan Tiongkok.

Gajah

Gajah
medanmerdeka.com

Gajah yang dimaksud dari kawasan oriental ini adalah gajah asia yang telah menyebar ke Asia tenggara dan Asia Selatan. Terdapat tiga subspesies gajah asia yang diketahui, seperti gajah sri lanka, gajah india, dan gajah sumatera.

Persebaran dari ketiga gajah tersebut diketahui hanya berada di kawasan tersebut. Untuk di Indonesia, karakteristik dari gajah sumatera lebih kecil dibandingkan dengan gajah india.

Gajah sumatera memiliki berat badan berkisar 3 sampai 6 ton dan tingginya mencapai 2 sampai 3 meter. Masa kehamilan dari hewan tersebut bisa mencapai 22 bulan dan umu rata-rata berkisar hingga 70 tahun.

Binatang khas pulau Sumatera ini biasanya hidup di kawasan hutan tropis, hutan dataran rendah, bahkan juga ditemukan di dataran yang lebih tinggi. Serta dapat ditemukan di lokasi konservasi atau taman nasional yang berada di Sumatera.


Setelah mengetahui wilayah fauna oriental dan beberapa contoh hewannya, kalian akan lebih paham dan mengerti tentang apa itu zona oriental, contoh-contoh hewannya, karakteristiknya, dan masih banyak lagi.

Selain hewan tadi yang sudah dibahas, ternyata masih banyak lagi ragamnya, seperti gibon, antelope, banteng, beruang, berbagai jenis reptil dan ikan, dan lain-lainnya.

Semoga dengan kalian membaca pembahasan kami, kalian akan lebih bisa belajar lagi mengenai segala jenis fauna di dunia. Sekian dari kami, Terimakasih & Sampai Jumpa.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *