Pengalaman Saat di Jogja

Saat di Jogja – Kali ini saya akan membagikan pengalaman saat di Jogja, seperti apa sih itu Jogja?, Menurut saya Jogja itu sama saja dengan kota-kota lainnya. Yang membedakan adalah di Jogja itu banyak sekali anak mahasiswa yang sedang belajar disana, dan juga banyak anak muda yang sedang sekolah di sana.

“Jogja Kota Pelajar”, itulah mungkin kata-kata yang patut ada di Jogja. Saya di Jogja bukan untuk berekreasi ataupun yang lainnya, melainkan untuk mondok di sana. Tunggu apalagi, yuk kita simak ceritanya.

Kota Jogja

nasi gudeg
id.wikipedia.org

Siapa sih yang tidak kenal Kota Jogja?, kota yang mendapatkan julukan “Kota Pelajar” ini merupakan Kota yang sangat istimewa bagi orang-orang yang pernah mendatanginya. Sebagian penduduk Jogja adalah mahasiswa yang sedang belajar disana, jadi tidak heran di Jogja Kota lebih banyak anak muda.

Setiap ada mahasiswa pasti ada Universitas. Ya, memang banyak Universitas di Jogja mulai dari swasta dan negri. Seperti UGM, UIN SUNAN KALIJAGA, AMIKOM, UII, UPN YOGYAKARTA, dan masih banyak lagi yang saya tidak ketahui.

Selain banyaknya universitas di Kota Jogja, Jogja juga punya kulinernya sendiri. Gudeg misalnya, waktu itu pertama kali saya makan gudeg, saya tidak tahu kalau itu gudeg. Lauk pokok gudeg itu ada telur, keripik basah, lalu tahu, dan lain-lain. Biasanya gudeg di wadahi dengan daun pohon pisang.

Di Jogja juga punya banyak wisatanya, seperti Jogja Bay, Tugu Jogja, Malioboro, dll. Taman-taman Universitas pun juga bisa jadi wisata tersendiri bagi mahasiswa.

Pendaftaran

pendaftaran
pixabay.com

Saya mondok di Rumah Tahfidz Al-Kautsar, di wilayah Sleman Jogja. Saya dapat informasi Pondok ini dari orangtua, saya daftar di Pondok ini langsung diterima. Tidak tau alasannya saya langsung diterima, mungkin saya sendiri yang daftar pondok ini.

Sebelum saya daftar di Pondok ini, saya daftar di Pondok lainnya yang juga masih di Jogja. Sayangnya saya tidak diterima, lalu orangtua saya minta rekomendasi Pondok dari ustadz disana. Dan akhirnya ustadz yang disana merekondasikan 2 Pondok, yang satu masih di Jogja, dan yang satunya berda di Malang.

Setelah orangtua berunding dengan saya, akhirnya saya pun memilih yang di Jogja, dan yang di Jogja itulah Rumah Tahfidz Al-Kautsar. Di Pondok ini saya tidak sekolah, karena memang khusus buat mondok saja.

Saat di Pondok

pondok pesantren
republika.co.id

Saat saya di Pondok saya sendiri paling muda, sebenarnya masih ada lagi santri yang lebih muda di rata-rata usia santri. Ya, karena di Pondok ini rata-rata santrinya mahasiswa, di sekitaran usia 19 keatas. Dan yang di bawah 19 ada 3 orang, termasuk saya.

Di pondok ini di perbolehkan membawa hp, motor, dan laptop. Peraturan itu di peruntukan untuk mahasiswa saja, dan yang bukan mahasiswa hanya di perbolehkan membawa hp saja, bisa di bayangkan Pondok yang boleh bawa hp, dan itupun Pondok Qur’an. Wah gimana tuh hapalannya?, yah begitulah.

Di Pondok ini ada satu fasilitas yang begitu mewah, yaitu kasur tingkat yang dibuat dari kayu. Apalah daya kalau itu fasilitas mewah, jika tidak di rawat akan tidak mewah lagi. Begitulah mungkin kondisi kasur itu. Dan juga ada kamar, satu kamar rata-rata dipakai 4-5 orang, beda pula dengan kamar saya. Kamar saya di isi 8 orang, yah begitulah kondisinya. Kita syukuri saja.

Kegiatan di Pondok dari pagi sampai malam adalah :

  • Pagi hari : Bangun pagi, lalu shalat shubuh di Masjid. Setelah shalat shubuh ngaji sampai selesai.  Setelah itu makan, sehabis makan sampai adzan dhuhur tidak ada kegiatan.
  • Siang hari : Adzan dhuhur, shalat dhuhur di Masjid. Ngaji (di khususkan yang mondok saja), setelah ngaji sampai adzan ashar tidak ada kegiatan.
  • Sore hari : Adzan ashar, shalat ashar di Masjid. Dari shalat ashar sampai adzan maghrib tidak ada kegiatan. Sebelum shalat maghrib makan bersama.
  • Malam hari : Adzan maghrib, shalat maghrib di Masjid. Ngaji kitab sampai adzan isya’. Adzan isya’, shalat isya’ di Masjid. Setelah shalat isya’ tidak ada kegiatan sampai jam 9, jam 9 ngaji malam sampai jam 11. Setelah ngaji, tidur.

Selain kegiatan sehari-hari, biasanya ada kegiatan sima’an yang diadakan setiap bulannya. Lalu ada shalawatan setiap malam jum’at, dan masih banyak lagi kegiatan di luar kegiatan sehari-hari. Dan juga biasanya para santri mengadakan muncak bersama-sama.

Rumah Tahfidz Al-Kautsar ada yang untuk putri, dan kediaman kyai-nya berada di asrama putri. Setiap kami ngaji pagi, kami setoran di rumah pak kyai. Dan itulah kesempatan bagi para santri putra senior, bagi saya tidak ada kesempatan sama sekali, karena santri putri juga rata-rata 19 keatas.

Dan juga merasa aneh bagi saya, kalau misalkan saya suka salah satu dari santri putri. Cukup bagi saya mereka sebagai kakak, dan menambah daftar pertemanan.

Nakal

nakal
youtube.com

Pasti setiap anak mempunyai daftar kenakalannya sendiri, begitupula dengan saya. Saat di Pondok, dibilang saya yang paling muda, dan juga bisa dibilang setiap anak di usia labil pasti hanya memikirkan kesenangan. Jadi setiap saya keluar Pondok tengah malam, kakak-kakak di Pondok membiarkan saya begitu saja, karena mereka juga punya alasan dibalik itu.

Mereka juga pernah merasakan yang namanya muda, yang namanya nakal, dan saat mereka bertobat dari nakal, mereka menyesal kenapa gak tobatnya pas awal-awal, yah begitulah penyesalan datangnya di akhir-akhir sebuah cerita.

Paling-paling saya di cari kyai, kyai di Pondok saya dulu sangat begitu halus, dan tidak pernah keliatan marah. “Marahnya orang sabar mengerikan” itulah kata-kata jika kyaiku sedang marah.

Biasanya saat keluar Pondok, saya pergi ke Warnet menggunakan sepedah. Berangkat malam pulang pagi, dan begitulah seterusnya. Kadang sehari tidak ada di Pondok, sehari berikutnya di Pondok, saya pernah rekor main Warnet 24 jam, dan itu tanpa minum dan makan.

Dan saat saya sudah mulai merasa bosan, saya kurangi sedikit demi sedikit bermain ke Warnet. Dan pada akhirnya saya untuk mencoba seminggu tanpa Warnetan, awalnya saya susah untuk melakukannya, akhirnya saya mencoba melakukannya, dan akhirnya saya bisa walaupun masih di selingi main Warnet tapi tidak setiap hari.

Taubat

taubat
muslimobsession.com

Di saat tahun terakhir mondok saya memilih tobat dari warnetan, walaupun masih keluar malem tapi tidak ke Warnet, melainkan ke Masjid.

Pengurus Pondok masih mencari saya karena tidak ada di Pondok saat malam hari, mereka mengira saya pergi ke Warnet lagi. Padahal saya pergi ke Masjid untuk menenangkan diri, dan begitulah kegiatan saat saya di tahun terakhir saat di Pondok.

 

Mungkin ini saja tentang artikel ini, kalau ada salah kata atau penulisan mohon di maafkan. Karena saya masih dalam proses belajar.

Sekian dari saya, Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *