Pengalaman Pertama Kali Masuk Pondok dan Saat di Pondok

Pertama kali masuk pondok – Hi sobat, kali ini saya akan membagikan pengalaman saya saat baru pertama kali masuk pondok. Tentunya waktu itu pertama kali dipikiran saya, kalau masuk pondok itu jauh dari orang tua, jauh dari saudara. Tapi bagi saya perasaan itu saya singkirkan jauh – jauh, karna untuk niat belajar.

Memang setelah lulus SD saya pengen masuk Pondok, tapi tidak tau mau masuk Pondok mana. Akhirnya orang tua saya, saya dimasukkan salah satu Pondok di Kudus.

Perjalanan

Jalan
Sumber Gambar : ummiabi.id

Hari yang di tunggu – tunggu akhirnya pun tiba. Akhirnya saya, kakak saya, dan abi saya berangkat menuju ke Pondok saya dan juga sekalian mengantarkan kakak saya ke Pondok. Akhirnya kami pun berangkat, perjalanan kami tidak langsung ke Pondok saya, melainkan menuju Pondok kakak saya dulu di Gontor Ngawi.

Saat malam hari kami tiba di Gontor, terdapat banyak mobil di parkiran. Mobil itu milik keluarga santri yang mengantarkan anaknya untuk mondok di Gontor, dan juga banyak santri yang berkeliaran dimana – mana.

Akhirnya urusan di Gontor sudah selesai, abi dan saya pamit ke kakak saya untuk mengantarkan saya ke Kudus. Perjalanan pun di mulai lagi dari Gontor menuju Kudus saat tengah malam. Kami sampai Kudus saat pagi hari, sebelum ke Pondok saya, abiku dan saya mencari sarapan dulu.

Kami menemukan sop daging kerbau (memang di Kudus ada adat tidak boleh makan daging sapi, karena dulu Kanjeng Sunan Kudus menghormati umat Hindu yang ada di Kudus, umat Hindu di Kudus menyembah sapi. Akhirnya di Kudus tidak mengetahui rasanya daging sapi), rasanya memang enak tapi tidak ada bedanya sama daging sapi.

Setelah sarapan kami pun menuju pondok saya, mencari – cari alamat pondok. dan akhirnya kami pun tiba di Pondok saya, banyak orang tua yang mengantarkan anaknya untuk mondok di situ. Saya kira santri yang dari Jawa Barat hanya saya, tapi ada satu santri lagi dari Jawa Barat, dan itu juga dari Bekasi, itupun juga santri baru.

Kami pun berkenalan, saling tanya, nama dia Faris orangnya kecil, dia tinggal di Bekasi Selatan. Sedangkan saya dari Bekasi Timur, dia sudah diantar orang tuanya kemarin.

Setelah urusan di Kudus selesai, abi saya pamit pulang. Saya di situ hampir nangis, tapi saya tahan. Akhirnya abi saya berangkat pulang. di situ saya merasa kesedihan di hati dan kehilangan orang yang saya sayangi hilang begitu saja.

Hari Pertama

Pantai
pixabay.com

Hari pertama di Pondok saya tidak paham orang ngomong apa, karena kebanyakan orang ngomong bahasa jawa. ada hal unik yang saya dapatkan selama di Pondok, mulai dari makan satu nampan, ngantri mandi, sarungan, pecian.

Pagi hari saya harus ikut kegiatan MOS di Sekolah, Sekolah dan Pondok saya berbeda, bukan satu organisasi. jadi Pondok sendiri, Sekolah sendiri.

Saya harus mengikuti kegiatan MOS di Sekolah selama tiga hari, hari pertama saya tidak paham untuk ngapaian, tapi yang pasti saya duduk mendengarkan guru BK dan guru lainnya menyampaikan sambutan. di angkatan saya, kelas tujuh dari A-L, dan saya kelas tujuh L. Satu kelas ada sekitaran 30 orang, jika dihitung dari A-L satu angkatan kelas tujuh kira-kira sampai seribu anak.

Dan saya baru tahu ada sekolahan yang menerima murid sebanyak itu, rata-rata rumah siswanya di sekitaran Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang rumahnya jauh dari sekolahan biasanya pada mondok di sekitaran lingkungan Sekolah.

Siang hari acara sudah selesai, dan akhirnya saya pergi pulang bersama teman-teman pondok yang lain menggunakan sepedah.

Pondok

Pondok Pesantren
edunews.id

Kegiatan di pondok banyak sekali, mulai dari mengaji, berangkat sekolah, shalat jama’ah, puasa senin-kamis, dan masih banyak lagi.

Jadwal Dalam Satu Hari di Pondok

  1. Bangun tidur : Kami biasanya dibangunkan jam tiga pagi untuk melaksanakan shalat shubuh berjama’ah.
  2. Mengaji : Habis shalat shubuh, kami mengaji sampai jam tujuh pagi, sembari menunggu jam tujuh kami persiapan berangkat sekolah.
  3. Berangkat sekolah : Kami sekolah dari jam tujuh pagi, sampai jam setengah tiga sore, setelah itu kami pulang ke pondok.
  4. Mengaji : Setelah pulang sekolah, kami siap-siap untuk shalat ashar berjama’ah. Setelah shalat ashar berjama’ah kami mengaji sampai jam lima sore.
  5. Istirahat : Jam lima sore kami istirahat, mulai mandi-mandi, ya pokoknya istirahat lah, sampai terdengar adzan maghrib, kami shalat maghrib berjama’ah.
  6. Mengaji : Setelah shalat maghrib kami mengaji sampai jam delapan malam, lalu disambung shalat isya’.
  7. Makan : Setelah shalat isya’ kami makan bareng-bareng, lalu persiapan belajar
  8. Belajar : Kami belajar habis makan sampai jam setengah sepuluh, setelah belajar kami pun tidur
  9. Tidur.

Hari Libur di Hari Jum’at

Hari libur di Pondok adalah hari jum’at, sebelum kami libur biasanya kami piket bersama atau bisa disebut ro’an. Kami membersihkan Pondok, halaman Pondok, parkiran, dll.

Dan setelah ro’an, kami ada kegiatan di pondok sampai jam sepuluh, setelah kegiatan pondok biasanya santri pada keluar.

Pelanggaran

Yah, biasanya pelanggaran yang sering saya lakukan adalah pergi ke warnet, bareng temen-temen seperwarnetan. Dan itu kalau mau warnetan lihat kondisi dan situasi dulu, baru kita langsung pergi.

Sebenarnya banyak pelanggaran di Pondokku, mulai dari warnetan, pacaran, ngerokok, bawa hp dan alat elektronik lainnya, dll.

Apalah arti dari sebuah peraturan jika tidak kepengurusan di Pondok, mungkin itulah kata-kata yang saya rasakan saat mondok dulu, dan memang Pondokku dulu masih terbilang baru, jadi tidak terlalu ketat.

Sekolah

sekolah
pexels.com

Sekolah saya dulu beda dari sekolah yang lainnya, Sekolah saya dulu adalah MTs TBS KUDUS, yang mengedepankan ilmu agama dari pada ilmu yang lainnya. MTs TBS KUDUS begitu terkenal di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan begitu banyak alumni-alumni yang sangat membagakan untuk sekolahan.

“Tiada hari tanpa kitab kuning”, begitulah mungkin kata-kata di sekolah saya, memang tiap hari ada pelajaran kitab kuning, walaupun itu hanya satu pelajaran kitab kuning dalam satu hari.

Dan juga tidak ada pelajaran praktek olahraga, tapi setiap tahun murid-muridnya memenangkan perlombaan olahraga.

 

 

 

Mungkin itu saja yang saya sampaikan, kalu memang ada kekeliruan kata atau salah kata saya mohon maaf. Sampai jumpa di arikel selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *