Pengalaman 3 Bulan Di Rumah

Pengangguran – Hi sobat, kembali lagi bersama saya di artikel pengalaman ini. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman 3 Bulan tidak ngapa-ngapain di rumah, bisa dibilang jadi pengangguran. saat itu saya di rumah hanya melakukan kegiatan tidur, makan, sholat, mandi, main, dan pegang hp.

Saat awal bulan, kegiatan itu sangat menyenangkan, setelah lama kelamaan kegiatan itu sangat membosankan. Rasanya saya ingin kembali ke kehidupan seperti biasanya, oke mari kita langsung menuju ke ceritanya.

Awal mula

awal mula
pixabay.com

 

Kenapa saya bisa berdiam diri di rumah selama 3 bulan ?, karena waktu itu saya mendapatkan beasiswa buat belajar di Aljazair. Saat berada di rumah, saya mengurus Pasport, Visa, dan dokumen lainnya, untuk keberangkatan.

Kronologinya saat itu, saya masih mondok di Jogja. Saya baru saja habis pulang dari warnet, masih capek-capek, dan tiduran di kasur. Tiba-tiba Pak Kyai ketuk pintu kamar (Pasti setiap santri kalau kedatangan Pak Kyai langsung mengelak entah pergi kemana) saya, santri lain yang berada di kamar langsung pergi.

Pembicaraan Sore Hari

sore hari
pexels.com

Pak Kyai nyari saya, dan di suruh untuk duduk di kursi depan kamar. Padahal saya waktu itu masih dalam keadaan belum ganti baju, masih memakai celana, lepek, dan bau. Saya langsung di suruh ke depan.

” Nabil mana?” Ucap Pak Kyai

“Itu Pak, lagi tiduran” Kata salah satu temanku yang masih ada di kamar.

Pak Kyaiku langsung ke kasur yang aku tiduri.

“Bil, bangun. Sini duduk di depan” Sambil tangannya membangunkanku.

Sontak saya langsung kaget, di hadapanku ada Pak Kyai, saya langsung bangun.

“Tapi Pak, belum ganti baju” Sahutku.

“Udah gak usah” Sambil menuju keluar kamar.

Dalam benakku, “Takut”. Takut kenapa-kenapa dengan diriku, akhirnya saya ke depan masih dalam keadaan bau, lepek, dam kusam. Setelah saya duduk di depan, saya basa-basi dulu dengan Pak Kyai. Lalu Pak Kyai langsung To The Point, saya ditawari untuk belajar di Aljazair.

“Habis dari mana kamu?” Kata Pak Kyai.

“Habis dar keluar Pak” Sambil senyum-senyum saja, takut kalau ngomong habis dari warnet dapet hukuman.

“Hmm…, kamu mau gak belajar di Aljazair ?” Sahut Pak Kyai, dengan nada-nada menawarkan.

“Ah, gak mau ah Pak” Kata saya dengan nada kaget.

“Yakin, gak mau?, ini kesempatan sekali seumur hidup”

“Eh…., gimana ya Pak. Saya tanya orangtua saya dulu”

“Orangtua kamu dah setuju loh”

“Yang bener Pak?” Saya masih tidak percaya.

“Iya” Kata Pak Kyai dengan nada meyakinkan.

“Hem…, gimana ya?. Ya udah deh Pak”

“Ya sudah, ntar tak konfirmasi dulu”

Selesai lah pembicaraan di sore hari itu, ternyata salah satu teman saya dari tadi mendengar pembicaraan yang tadi bersama Pak Kyai. Teman saya mengucapkan selamat, dan bilang sayang kalau saya menolak tawaran itu.

Persiapan

persiapan
pexels.com

Beberapa hari setelah selesai pembicaraan sore hari waktu itu, saya minta ijin pulang untuk menyiapkan dokumen dan berkas-berkas. Kata Pak Kyai, sebenarnya ngurus berkas dan dokumen bisa saja di Jogja, tapi saya bersitegas untuk ngurus di Bekasi.

Sebenarnya Pak Kyai menolak saya untuk pulang, dan akhirnya saya kembali lagi ke asrama, dengan wajah kesal. Akhirnya saya mencoba pulang dengan diam-diam, sebelum pulang saya pamit dulu ke Pak Kyai. Dan akhirnya saya pulang ke Bekasi menggunakan bis.

Dokumen dan berkas-berkas harus selesai akhir bulan, supaya bisa langsung berangkat di awal bulan berikutnya. Dan selama itu pula saya menyiapkan dokumen dan berkas-berkas, mulai dari pasportvisa, dan lainnya.

Passport

Pasport
pixabay.com

Saya memulai melengkapi dokumen dengan membuat pasport, membuat pasport harus antri dahulu, dan untuk mengambil nomor antrian, harus mengambilnya dengan secara online. Proses pembuatan pasport memakan waktu selama 5 hari, jadi setelah proses membuat pasport selesai saya harus mengambilnya di tempat.

SKCK

SKCK
pexels.cm

Akhirnya pasport sudah ada di tangan, dokumen berikutnya adalah membuat SKCK Internasional, orangtua saya mencari info buat SKCK dimana ?, dan akhirnya orangtua saya mendapatkan info. Kalau untuk membuat SKCK di Polres Metro Bekasi.

Besoknya orangtua dan saya langsung menuju ke Polres Metro Bekasi, perjalanan dari rumah ke  Polres setengah jam. Setelah berada di Polres, orangtua saya menuju ke bagian informasi, menanyakan membuat SKCK dimana?.

Petugas informasi memberitahu ruangan pembuatan SKCK, untungnya sebelum mengisi formulir, orangtua saya menanyakan apa bisa dibuat ke luar negri ?, kata petugasnya tidak bisa, kalau mau buat SKCK Internasional harus ke Polda Jakarta. Orangtua saya kaget, dan langsung berhenti mengisi formulir.

Setelah diberitahu, orangtua saya langsung balik ke mobil dengan muka kecewa. Akhirnya berhentilah kegiatan di hari itu, dan untuk menyambungkannya ke esokan harinya. Akhirnya besok pun tiba, saya dan orangtua langsung menuju ke Polda Metro Jaya.

Di sana membuat SKCK sehari jadi, saya sengaja berangkat pagi supaya tidak ada antrian panjang. Setelah selesai mengisi formulir, kami disuruh menunggu dahulu sampai kami dipanggil untuk mengambil SKCK-nya. Akhirnya SKCK sudah selesai di hari itu juga.

Penantian

Penantian
pixabay.com

Satu persatu dokumen akhirnya sudah selesai, tinggal menunggu visa jadi. Entah kenapa saat menunggu visa jadi itu lama sekali, seperti ada hal yang janggal. Padahal dari pihak berwajib, katanya kita sudah berangkat sebelum ramadhan, tapi nyatanya kita masih saja belum berangkat.

Akhirnya kamipun menunggu kepastian, apakah ini jadi atau tidak. Setelah menunggu tanpa kepastian, kami pun mendapatkan info dari pihak berwajib, katanya kami tidak jadi berangkat. Karena ada alasan, yang pertama, KBRI Indonesia di Aljazair sebentar lagi ganti kepengurusan, dan apakah kepengurusan selanjutnya mendukung program ini, itulah yang menjadi membingungkan.

Yang kedua, setelah di selidiki tempat belajar kita, para santri Indonesia yang sudah ada disana pada tidak betah, jadinya kalau nanti ketambahan santri lagi dari Indonesia malah bikin gawat lagi. Dan masih banyak lagi.

Setelah mendengar info itu, saya merasa kecewa, setelah selama ini yang saya lakukan di rumah menjadi sia-sia.

 

Mungkin ini saja yang saya sampaikan, kalau misalkan ada salah kata, atau saya yang salah, mohon dimaafkan. Sekian dari saya, terimakasih.

Salam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *