Kecanduan Bermain Warnet

Bermain warnet – Hi sobat, kembali lagi bersama saya di artikel ini. Kali ini saya akan membagikan pengalaman saya saat kecanduan bermain warnet, saya sering kali bermain warnet, sampai tidak tahu waktu.

Sampai kena marah orangtua, dan tidak ada kapok-kapoknya saya bermain warnet. Untuk mengetahui ceritanya lebih lanjut, yuk kita langsung ke intinya.

Awal Mula Saya Kecanduan Bermain Warnet

Keyboard
pixabay.com

Pertama kali main warnet waktu itu pas saya masih SD, saat kelas 4. Awalnya saya di ajak oleh teman, dan pada akhirnya saya ketagihan. Saat SD, saya main warnet tidak begitu sering, karena jam kosong saya hanya saat hari sabtu dan minggu saja.

Hari sabtu waktu itu ada jadwal dari sekolah untuk masuk, tapi bukan untuk belajar melainkan untuk setoran hafalan, dan yang setiap hari sabtu masuk adalah kelas 4 sampai kelas 6 saja. Jam setorannya dari jam 7 pagi sampai jam 9.

Nah, saat selesai setoran hafalan jam 9 selesai, saya dan teman-teman biasanya pada ke warnet waktu itu. Dan selesai saat sore hari, pulang-pulang saya langsung ditanya orangtua saya. Waktu itu saya jawabnya habis dari rumah teman.

Dan begitu seterusnya sampai saya kelas 6, saya berhenti bermain warnet. Karena memang lagi bosen-bosennya dan untuk fokus ke UN. Sempat suatu ketika saat saya kelas 5, saya ketahuan bermain warnet oleh guru saya, dan guru saya waktu itu sempat mengancam akan memberitahukan ke orangtua saya kalau ketahuan bermain warnet lagi.

Itu kalau ketahuan oleh guru saya. Tapi saya tetap bermain warnet, asalkan tidak ketahuan. Hingga saat kelas 6, saya berhenti main. Masih main sih, tapi tidak sesering dulu.

Lulus SD

Gembira
pixabay.com

Setelah lulus SD, saya niat pengen mondok. Dan saat di Pondok, entah mengapa kegiatan warnetan terus berjalan, mungkin juga terpengaruh oleh teman-teman saya saat di pondok. Karena memang saya orangnya gampang terpengaruh oleh lingkungan.

Saat di pondok dulu, saya juga bertemu teman yang memang kecanduan oleh game, dan mulai lah kecanduanku makin parah. Setiap jam istirahat, jam kosong sekolah, pulang sekolah, pasti ke warnet. Dan juga pernah bolos sekolah gara-gara warnetan.

Sampai-sampai pernah masuk ruangan BK, di sekolah maupun di pondok tidak ada bedanya bagi saya. Karena di pondok, saya juga pernah keluar malam untuk warnetan. Dan kadang di hari libur pondok, saya warnetan sehari full nonstop, baru berhenti ketika jam 5 sore baru pulang ke pondok.

Istilahnya mencari kesempatan dalam kesempitan. Dan saat di Jogja pun masih sama, malah lebih parah lagi, sampai-sampai 24 jam nonstop, hingga uang habis baru pulang. Dan itu sama sekali tidak dicari oleh pengurus, hal itu terus berulang-ulang. Uangnya kenapa tidak habis-habis? Ya, karena setiap uang habis saya selalu minta.

Hukuman

Hukuman
pixabay.com

Saat di Pondok dulu, saya pernah dapet hukuman karena telah ketahuan main warnet. Sebenarnya jarang kena hukuman, tapi sering melanggar. Hukumannya waktu itu disuruh menguras sepiteng pondok dan membersihkan kamar mandi, kalau yang membersihkan kamar mandi pondok memang biasa, tapi kalau yang menguras sepiteng itu baunya luar biasa.

Bukan hanya saya yang ketahuan, biasanya kena satu kena semua. Setiap ketahuan pati banyak, dan di saat itulah kita kena hukuman bareng-bareng.

Game Yang Dimainin

Stick PS
pixabay.com

Kenapa sih saya kecanduan game, sampai-sampai melanggar, menghamburkan uang orangtua? Yang pasti dulu di otak saya hanya pengen main game, tidak ada yang lain. Dan waktu itu game yang mainin sangat beragam, dan akhirnya saya menetap di satu game saja hingga saat ini, meskipun masih main game lain. Tapi tidak se maniak game ini.

PB (Point Blank)

Point Blank
kotakgame.com

Sempat waktu pertama kali warnetan, dan saat di pondok, saya pernah main Point Blank atau di singkat PB. Game bergenre FPS komputer ini adalah game yang populer di masanya. Saat jaman-jamanya saya pertama kali main warnetan PB masih berada di perusahaan game se Asia Tenggara yaitu Garena.

Dan di saat tahun 2017/2018 (saya lupa), PB diakusisi oleh zepetto. Sejak di pegang zepetto, tampilan in-game PB makin realistis.

LS (Lost Saga)

Lost Saga
review.bukalapak.com

Dan setelah bosan memainkan PB, saya pindah haluan untuk bermain Lost Saga atau di singkat LS. Game bergenre Fighting ini, adalah game yang saya dan teman-teman mainin saat tahun 2014, dimana saat itu LS lagi booming-boomingnya. LS sampai saat ini masih di pegang salah satu perusahaan game yaitu Gemscool

Kecanduan game pertama saya adalah game LS waktu itu, sampa-sampai saya sering isi cash untuk beli item di in-game.

DN (Dragon Nest)

Dragon Nest
inigame.id

Game bergenre MMORPG Fantasi yang di kembangkan oleh Eyedentity ini adalah game yang dulu saya sempat mainin, yaitu Dragon Nest atau di singkat DN. Tidak terlalu sering, tapi saya pernah maininnya.

Dan untuk di Indonesia di pegang oleh Gemscool, sayangnya karena sepi pemain, game ini akhirnya menutup layanan di Indonesia, pada tanggal 2 Juli kemarin.

BS (Black Squad)

Black Squad
youtube.com

Game ini sangat mirip dengan PB, tapi fitur-fiturnya lebih beda dari PB, saya mainin game ini tidak lama karena popularitasnya kurang. Black Squad namanya, bisa disingkat BS game dengan bergenre FPS. Grafik dari game ini lebih realistis dari pada PB. Black Squad hingga saat ini masih di pegang oleh Gamescool.

LOL (League Of Legends)

League Of Legends
qutesport.com

Dan yang terakhir, game yang saya mainin sampai sekarang adalah game League Of Legends. Game dengan bergenre MOBA ini adalah game yang di kembangkan oleh Riot Games, dan untuk kawasan Asia Tenggara di pegang oleh Garena.

Game inilah yang membuat saya kecanduan bermain game, sampai terkena hukuman. Saya mulai bermain League Of Legends pada tahun 2014 bulan desember, awalnya saya hanya sekilas bermain saja tidak sesering sekarang.

Kenapa saya mainin game ini? Karena popularitas dari game ini selalu tinggi di seluruh dunia dibandingkan game lain. Bahkan penontonnya di platfrom Twitch menjadi nomor satu mengalahkan game-game lainnya.

Tapi di Indonesia game ini bisa di katakan dead game. Alasannya mengapa, karena jumlah pemain di Indonesia sedikit dibandingkan negara lain, dan juga alasan lain dari game ini adalah kalah dari game sebelah yaitu DOTA, kurang support dari garena, komunitas yang buruk, dan yang paling penting adalah hadirnya game-game mobile.

Alasan di atas tidak terpengaruh buat saya, yang penting game ini populer di seluruh dunia, dan jumlah pemain yang banyak di seluruh dunia.

Penutup

Main game boleh saja, tidak ada yang melarang, asalkan ingat waktu saja. Jangan di contoh dengan sikap saya yang kecanduan bermain game, dan juga jangan bolos sekolah, gunakanlah waktumu untuk melakukan hal yang bermanfaat. Jangan membuat orangtua kalian sakit hati gara-gara kenakalan kalian.

Dan yang paling penting gunakanlah waktu mudamu sebaik mungkin. Mungkin ini saja yang bisa saya sampaikan di artikel ini, ambil yang baik, dan tinggalkan yang buruk. Apabila ada salah kata mohon dimaafkan.

Sekian dari saya, Salam.

One Reply to “Kecanduan Bermain Warnet”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *